Assalamu'alaikum.wr.wb
Pada postingan ini, Saya akan membagikan materi pembelajaran saya selama menduduki bangku perkuliahan jurusan "Penyiaran atau Broadcasting" dengan mata kuliah "Radio Announcing".
Sejarah Singkat
Radio di Dunia
Radio adalah
teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan
radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan
merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa
udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul
udara).
Perkembangan
media komunikasi tambah beragam ketika radio ditemukan. Orang yang berjasa
dalam penemuan radio tersebut adalah Guglielmo Marconi. la dilahirkan di kota
Bologna, Italia pada tanggal 5 April 1874.
Sejak kecil
ia sangat tertarik kepada ilmu pengetahuan terutama fisika, kimia, dan
elektronika. Penemuan radio sebenarnya diilhami oleh penemuan gelombang
elektromagnetik oleh Heinrich Hertz. Tampak dalam gambar Guglielmo Marconi
sedang bekerja di laboratoriumnya.
Radio telah
menjalani proses perkembangan, yang cukup lama sebelum menjadi media komunikasi
seperti sekarang ini. Dr. Lee De Forest (1873 – 1961), dari Amerika Serikat,
dapat dianggap sebagai pelopor ditemukannya radio pada tahun 1916. Oleh karena
itu, ia dijuluki “The father of radio”.
Meskipun
demikian, Guglielmo Marconi, yang terkenal sebagai penemu telegraf tanpa kawat,
telah merintis penemuan teknologi radio sejak tahun 1894. ketika itu, ia
membaca eksperimen Heinrich Rudolf Hertz (1857 – 1894) seorang ahli fisika
berkebangsaan Jerman yang menemukan gelombang elektromagnetis dalam suatu
majalah di Italia. Heinrich Hertz adalah penemu gelombang elektromagnetis. Pada
tahun 1895, Marconi mengadakan eksperimen dengan menggunakan dasar pengetahuan
dari penemuan Hertz. Dalam eksperimen tersebut ia berhasil menerima sinyal
tanpa kawat dalam jarak 1 mil dari sumbernya.
Eksperimen
lain yang dilakukan tahun 1896 yakni mengirimkan sinyal-sinyal tersebut dan
dapat diterima dalam jarak 8 mil. Penemu inilah yang kemudian dikembangkan oleh
Dr. Lee De Forest. Forest memperkenalkan lampu vakum (vacuum tube) untuk dapat
menyiarkan suara yang masuk. Lampu vakum tersebut diperkenalkan pada tahun
1906.
Pecahnya
Perang Dunia I telah menghambat Perkembangan radio. Sampai tahun 1919, siapa
pun tidak diizinkan untuk mengusahakan siaran radio. Pada tahun 1919. Dr. Frank
Conrad, seorang ahli pada Westing House Company di Pittburg, Amerika Serikat,
berhasil melakukan eksperimen menyiarkan musik. Sejak itu, dua perusahaan
lainnya, yakni General Eletric dan American Telepon & Telegraph mengikuti
jejak perusahaan Westing House Company dalam bidang radio.
Di bidang
teknologi, usaha untuk menyempurnakan radio siaran telah dirintis oleh Prof. E.
H. Amstrong dari Universitas Columbia pada tahun 1933. Ia memperkenalkan sistem
Frequency Modulation (FM) sebagai penyempurnaan Amplitude ModuIation (AM) yang
biasa digunakan dalam radio. Dengan sistem yang baru itu, para pendengar
memperoleh beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut.
·
Dapat menghilangkan interference (gangguan,
pencampuran) yang disebabkan oleh cuaca, bintik-bintik, matahari, atau alat
listrik.
·
Dapat menghilangkan interference yang disebabkan
oleh dua stasiun yang bekerja pada gelombang yang sama.
· Menghasilkan suara yang lebih baik.
Sejarah Singkat
Radio di Indonesia
Pada tanggal
1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV
(Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor
timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Sedangkan
radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni
1925 yang bernama BRV (Bataviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan
radio yang lainnya adalah :
NIROM :
Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung, dan Medan.
MAVRO : Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di
Yogyakarta.
Atas usaha
M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Sarsito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937
didirikan PPRK (Perserikatan Perkumpulan Radio Ketimuran) di Bandung dengan
tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan
masyarakat Indonesia secara rohani dan jasmani.
Pada masa
pendudukan Jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku.
Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk
kepentingan militer Jepang. Pada awal kemerdekaan, radio berperan menyebarkan
berita Proklamasi.
Tanggal 11
September 1945 diadakan rapat di Jakarta yang dipimpin oleh Abdurrachman Saleh
dan dihadiri oleh 16 pemimpin dari Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang,
Yogyakarta, dan Surakarta. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut.
a)
Menetapkan tanggal 11 September 1945 sebagai hari
berdirinya RRI.
b)
Semua yang hadir menyatukan diri sebagai pegawai
RRI.
c)
Pusat RRI di Jakarta.
d)
Abdurrachman Saleh dipilih sebagai Pemimpin Umum
RRI.
e)
Cabang RRI yang pertama adalah Jakarta, Bandung,
Surakarta, Purwokerto,
f)
Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.
g) Semboyan RRI “sekali di udara tetap di udara”.
Perkembangan
Dunia Radio
A. Radio AM
Radio
AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio
dan gelombang audio. Kedua gelombangg ini sama-sama memiliki amplitudo yang
konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang
penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.
Pada tahun
1896 ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf
nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Pada saat itu sinyal ini hanya bisa
dikirim pada jarak dekat. Namun, hal inilah yang memulai perkembangan teknologi
radio. Pada tahun 1897 Marconi kembali mempublikasikan penemuan bahwa sinyal
nirkabel dapat ditransmisikan pada jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya,
pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan
Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla.
John Ambrose
Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion dapat digunakan sebagai
receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Dua tahun kemudian Dr. Lee deForest
menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion).
Penemuan ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem
komunikasi nirkabel. Tetapi sinyal yang ditangkap masih sangat lemah. Barulah
pada tahun 1912 [[Edwin Howard Armstrong menemukan penguat gelombang radio
disebut juga radio amplifier. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal
elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung.
Dengan begitu kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik.
Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa
menggunakan earphone. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem
komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat terdahulu.
Meskipun demikian hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest.
Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat
radio.
Awalnya
penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama
yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey
Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23
Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) Saat
ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena
kualitas suara yang buruk.
B. Radio FM
Radio
FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM,
yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio.
Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada
frekuensi.
Ketika radio
AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada
jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama
gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat
rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba
menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat
konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM)
yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca
buruk.
Sayangnya
teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada
tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini
karena mengharuskan penggantian transmiter dan receiver yang memakan banyak
biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong bisa mendirikan stasiun radio FM pertama
dengan biayanya sendiri. Dua tahun kemudian Federal Communication Comission
(FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun
Armstrong. Perlu waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang
digunakan secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh Armstrong.
Frustasi
akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong mengakhiri
hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian
berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya. Barulah pada akhir
1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM
tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), pada
akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang
komunikasi.
C. Radio
internet
Penemuan
internet mulai mengubah transmisi sinyal analog yang digunakan oleh radio
konvensional. Radio internet (dikenal juga sebagai web radio, radio streaming
dan e-radio) bekerja dengan cara mentransmisikan gelombang suara lewat
internet. Prinsip kerjanya hampir sama dengan radio konvensional yang gelombang
pendek (short wave), yaitu dengan menggunakan medium streaming berupa gelombang
yang kontinyu. Sistem kerja ini memungkinkan siaran radio terdengar ke seluruh
dunia asalkan pendengar memiliki perangkat internet. Itulah sebabnya banyak
kaum ekspatriat yang menggunakan radio internet untuk mengobanti rasa kangen
pada negara asalnya. Di Indonesia, umumnya radio internet dikolaborasikan
dengan sistem radio analog oleh stasiun radio teresterial untuk memperluas
jangkauan siarannya.
D. Radio satelit
Radio
satelit mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal digital. Berbeda
dengan sinyal analog yang menggunakan gelombang kontinyu, gelombang suara
ditransmisikan melalui sinyal digital yang terdiri atas kode-kode biner 0 dan
1. Sinyal ini ditransmisikan ke daerah jangkauan yang jauh lebih luas karena
menggunakan satelit. Hanya saja siaran radio hanya dapat diterima oleh
perangkat khusus yang bisa menerjemahkan sinyal terenkripsi. Siaran radio
satelit juga hanya bisa diterima di tempat terbuka dimana antena pada pesawat
radio memiliki garis pandang dengan satelit pemancar. Radio satelit hanya bisa
bekerja yang tidak memiliki penghalang besar seperti terowongan atau gedung.
Oleh karena itu perangkat radio satelit banyak dipromosikan untuk radio mobil.
Untuk mendapat transmisi siaran yang baik, perlu dibuat stasiun repeater
seperti di Amerika agar kualitas layanan prima.
Perangkat
yang mahal (karena menggunakan satelit) membuat sistem ini komersil. Pendengar
harus berlangganan untuk dapat mendengarkan siaran radio. Meskipun begitu
kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih, tidak lagi terdapat noise seperti
siaran radio konvensional. Selain itu sebagian besar isi siaran juga bebas
iklan dan pendengar memiliki jauh lebih banyak pilihan kanal siaran (lebih dari
120 kanal).
Perusahaan
penyedia satelit radio dunia adalah Worldspace yang melayani siaran radio
satelit di Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika. Worldspace memiliki
tiga satelit yang melayani wilayah berbeda. Di Indonesia, samapai tahun 2002
Worldspace telah bekerja sama dengan RRI, Radio trijaya, Borneo Wave Channel
(Masima Group), goindo.com dan Kompas Cyber Media sebagai pengisi konten
layanan radio satelit dengan menggunakan satelit Asia Star. mbs fm suci manyar
gresik.
E. Radio berdefinisi tinggi (HD Radio)
Radio
yang dikenal juga sebagai radio digital ini bekerja dengan menggabungkan sistem
analog dan digital sekaligus. Dengan begitu memungkinkan dua stasiun digital
dan analog berbagi frekuensi yang sama. Efisiensi ini membuat banyak konten
bisa disiarkan pada posisi yang sama. Kualitas suara yang dihasilkan HD radio
sama jernihnya dengan radio satelit, tetapi layanan yang ditawarkan gratis.
Namun untuk dapat menerima siaran radio digital pendengar harus memiliki
perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital.
Wassalamu'alaikum.wr.wb

Komentar
Posting Komentar